ROLE OF SIGNAL TRANSDUCTION ERK1/2 ON THE PROLIFERATION OF ENDOTHELIAL PROGENITOR CELL (EPC) OF PATIENTS WITH STABLE ANGINA PECTORIS INDUCED BY GROWTH FACTORS (Peran Transduksi Sinyal ERK1/2 terhadap Persiapan Proliferasi Endothelial Progenitor Cell (EPC) Pasien Angina Pektoris Stabil yang Diinduksi oleh Faktor Pertumbuhan)

Yudi Her Oktaviono, Djanggan Sargowo, Mohammad Aris Widodo, Yanni Dirgantara, Angliana Chouw, Ferry Sandra

Abstract


Sel Progenitor Endotel (EPC) merupakan kelompok sel yang memiliki kekuatan angiogenik yang kemudian dikenal sebagai pilihan
pengobatan seluler untuk mengimbas perbaikan lapisan intima pembuluh darah. Berdasarkan beberapa kajian sebelumnya, jumlah
EPC di pasien angina pektoris stabil lebih rendah dibandingkan dengan individu yang sehat. Di samping itu, EPC juga dikenal sebagai
peramal independen terhadap perjalanan penyakit jantung koroner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran transduksi
isyarat ERK1/2 terhadap proliferasi EPC yang diambil dari darah tepi pasien angina pektoris stabil dengan imbasan pemberian faktor
pertumbuhan. Penelitian ini merupakan kajian percobaan melalui uji laboratoris dengan pendekatan atau rancangan control group
time series design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Prodia Stem Cell Indonesia di Jakarta pada bulan Januari 2014. Sampel
darah tepi diambil dari delapan (8) subjek relawan pasien angina pektoris stabil yang memenuhi patokan kesertaan dan sebagai
pembanding digunakan delapan (8) unit darah tepi yang diambil dari orang yang bukan pasien angina pektoris. Metode sel mononuklear
(MNC) dari delapan (8) pasien angina pektoris stabil diisolasi selama satu (1) atau tiga (3) hari di medium tertentu dengan atau
tanpa penambahan suplemen. EPC yang dihasilkan dan dicat dengan metode pengecatan imunofluoresens untuk mendeteksi CD34,
Vascular Endothelial Growth Factor Receptor 2 (VEGFR-2) dan CD133. Pemeriksaan proliferasi sel XTT digunakan untuk menilai
pertumbuhan EPC setelah kultur antara 1−3 hari, sedangkan perhitungan Colony Forming Unit (CFU) digunakan untuk menilai fungsi
EPC kelompok yang terbentuk setelah dikultur antara 1−3 hari. Analisis western blot dilakukan untuk mendeteksi aktifasi ERK1/2.
Hasil mengecat imunofluoresens mengukuhkan seluruh petanda membran EPC termasuk CD34, VEGR2 dan CD133. Jumlah rerata EPC
yang berdaya hidup di pasien angina pektoris stabil lebih rendah dibandingkan dengan pembandingnya, yaitu masing-masing 5,77×103
dan 23,40×103. Jumlah EPC baik kelompok pasien angina pektoris stabil dan yang pembanding meningkat secara bermakna dengan
perangsangan faktor pertumbuhan. Hasil western blot menunjukkan bahwa ERK1 diekspresikan lebih tinggi pasien angina pektoris stabil
dibandingkan pembanding. Fosforilasi ERK2 terdeteksi di kelompok pembanding dan menguat secara bermakna seiring waktu dengan
perangsangan faktor pertumbuhan. Fosforilasi ini dihambat oleh U0126. Di pasien angina pektoris stabil, fosforilasi ERK2 terdeteksi
pada perangsangan faktor pertumbuhan setelah kultur selama tiga (3) hari.


Keywords


Angina pektoris stabil, EPC, ERK1/2, faktor pertumbuhan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24293/ijcpml.v22i3.1235

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.