GLYCATED ALBUMIN AND HBA1C IN DIABETIC NEPHROPATHY (Albumin Glikat HbA1c dan Penyakit Nefropati Diabetik)

Elvan Dwi Widyadi, Jusak Nugraha, Ferdy Royland Marpaung

Abstract


Nefropati diabetik merupakan komplikasi kronis yang sering terjadi di pasien penyakit Diabetus Melitus (DM), perubahan status
glikemik harus diketahui lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. HbA1c sering digunakan sebagai pengendali glikemik
jangka panjang (tiga/3 bulan). Albumin terglikasi merupakan tolok ukur baru yang dikembangkan untuk mengendalikan glikemik
dalam waktu yang lebih singkat (2 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenasaban Albumin Glikat (GA) terhadap
HbA1c di pasien nefropati diabetik. Dari 89 pasien DM yang diteliti, 34 didiagnosis sebagai diabetes nefropati. Kadar HbA1c diukur
dengan metode Turbidimetric Inhibition Immunoassay (TINIA) dan GA diperiksa secara enzimatik. Analisis statistik dilakukan dengan
menggunakan kenasaban Pearson, yang bermakna pada p<0,005. Cut off untuk GA: adalah 16% dan untuk HbA1c: 6,5%. Rerata
GA: adalah 20,73% dan 7,42% HbA1c. Pada penelitian ini, dengan uji Pearson diketahui kenasaban yang baik antara GA dan HbA1c
(r=0,785, p-nilai<0,0001). Albumin Glikat memiliki kenasaban yang kuat terhadap HbA1c. Oleh karena itu, GA dapat digunakan untuk
mendeteksi indeks glikemik dalam jangka waktu singkat (2 minggu) di pasien pengidap nefropati diabetik.


Keywords


Albumin glikat, HbA1c, nefropati diabetik, diabetes melitus

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24293/ijcpml.v22i3.1242

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.